Analyzer laboratorium termasuk alat yang bekerja hampir tanpa henti. Justru karena itu, perawatan hariannya sering dianggap bisa ditunda sampai besok.
Perawatan harian yang paling sering terlewat
- Pembersihan jalur sampel sesuai prosedur pabrikan, bukan sekadar dibilas.
- Pemeriksaan sisa reagen sebelum mulai bekerja, bukan saat pemeriksaan berjalan.
- Pencatatan kontrol kualitas harian, termasuk saat hasilnya normal.
- Pembersihan bagian luar dari cipratan yang mengering.
Kontrol kualitas bukan formalitas
Catatan kontrol kualitas yang diisi rutin memperlihatkan kecenderungan sebelum menjadi masalah. Nilai yang bergeser sedikit demi sedikit selama dua minggu jauh lebih mudah ditangani daripada alat yang tiba-tiba menolak bekerja di tengah antrean pasien.
Suhu ruangan ikut menentukan
Banyak analyzer sensitif terhadap suhu dan kelembapan ruangan. Laboratorium yang pendinginnya sering mati akan menghadapi hasil yang tidak stabil, dan penyebabnya kerap dicari pada alat padahal ada di ruangannya.
Simpan riwayatnya
Catat setiap servis, penggantian komponen, dan kalibrasi. Riwayat ini menentukan apakah alat masih layak diperbaiki atau sudah waktunya diganti — keputusan yang sulit diambil tanpa data.
Kami menyediakan layanan servis dan pemeliharaan berkala, lengkap dengan laporan kondisi setiap kunjungan.
Sumber rujukan
- WHO — Laboratory Quality Management System Handbook
- CDC — Clinical Laboratory Improvement Advisory Committee
Gambar sampul: Hematology Analyzer oleh Frankincense Diala, lisensi CC0.